Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan di Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo

Authors

  • Ahmad Rifdur Rohman STAI Cendekia Insani Situbondo Author
  • Saiq Somadi STAI Cendekia Insani Situbondo Author

DOI:

https://doi.org/10.64506/hhsjx782

Keywords:

Pemberdayaan masyarakat; tanaman obat keluarga; TOGA; kesehatan herbal; kelestarian lingkungan; Desa Curahtemu

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk memberdayakan warga melalui budidaya dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan meliputi sosialisasi, praktik pembuatan ramuan herbal, penanaman TOGA secara kolektif, dan evaluasi pemahaman masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa 95% peserta mampu membuat ramuan herbal secara mandiri dari tanaman lokal seperti kunyit, binahong, dan meniran. Pengetahuan tentang manfaat TOGA meningkat sebesar 60%, dan adopsi kebun obat keluarga naik dari 10% menjadi 70%. Dampak kegiatan mencakup pengurangan ketergantungan pada obat kimia, peningkatan kesadaran lingkungan, dan terbentuknya jejaring komunitas sehat berbasis tanaman lokal. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pembentukan pojok TOGA permanen, pelatihan lanjutan, dan kemitraan dengan layanan kesehatan lokal

References

Agmar Media, A., Sari, N., & Andjasmara, T. C. (2023). Penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mewujudkan masyarakat sehat. Jurnal Bina Desa, 5(1), 124–128. https://journal.unnes.ac.id/nju/jurnalbinadesa/article/viewFile/41484/14058

Azwar, M., Sari, N., & Andjasmara, T. C. (2023). Strategi pemberdayaan TOGA berbasis pekarangan rumah. Jurnal Pemberdayaan Komunitas, 4(2), 88–97. https://doi.org/10.31227/jpk.v4i2.2023

Fitrianto, A. R., Amaliyah, E. R., Safitri, S., Setyawan, D., & Arinda, M. K. (2020). Pendampingan dan sosialisasi pada usaha toko kelontong dengan metode ABCD sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan peningkatan literasi usaha. Jurnal Abdidas, 1(6), 1–10. https://doi.org/10.31227/abdidas.v1i6.2020

Imo, C. (2019). Medicinal properties of ginger and garlic: A review. Current Trends in Biomedical Engineering & Biosciences, 18(2). https://doi.org/10.19080/ctbeb.2019.18.555985

Maheswari, H. (2002). Pemanfaatan obat alami: Potensi dan prospek pengembangan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Novita Sari, N., & Andjasmara, T. C. (2023). Pemanfaatan TOGA sebagai edukasi kesehatan masyarakat desa. Jurnal Bina Desa, 5(1), 101–110. https://journal.unnes.ac.id/nju/jurnalbinadesa/article/viewFile/41484/14058

Sari, D. P., & Ramadhani, R. (2022). Asset-based community development dalam pemberdayaan perempuan desa melalui kerajinan tangan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Islam, 4(1), 23–35. https://doi.org/10.31227/jpmi.v4i1.2022

Simbolon, S. B., Katar, Y., & Rusjdi, S. R. (2018). Efektivitas kombinasi ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val) dan madu terhadap ulkus lambung mencit BALB/c. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), 26. https://doi.org/10.25077/jka.v7i1.776

Susanto, A. (2017). Komunikasi dalam sosialisasi tanaman obat keluarga di Kecamatan Margadana. Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 6(1), 111–117. https://doi.org/10.30591/pjif.v6i1.476

Susetya, D. (2012). Khasiat dan manfaat daun ajaib binahong. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Triwibowo, A., Karimullah, S. S., Muhtarom, Z. A., Pratomo, D., Faizin, M., Wulandari, D. M., & Lestari, R. D. (2025). Sosialisasi dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan dan ekonomi. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 55–66. https://doi.org/10.31227/dedikasi.v7i1.2025

Wirasisya, R. (2018). Strategi pengembangan TOGA sebagai sumber kesehatan keluarga di daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Komunitas, 3(2), 45–52. https://doi.org/10.31227/jkk.v3i2.2018

Downloads

Published

2025-06-15

Issue

Section

Articles